evaluasi

0

MAKALAH EVALUASI PENDIDIKAN

“PENGERTIAN, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP EVALUASI PENDIDIKAN”

 

Disususun Oleh :

KELOMPOK 1

  1. RINO RESTIYAN                           10030076
  2. AYU RESTIANI                              10030077
  3. RANTI INDRIYANI                                   10030078
  4. SULASTRI                                           10030080
  5. SENJA ARI SUGANSAR               10030082
  6. SRI NURHAYATI                            10030084
  7. AZHAR ADI CAHYA                     10030086
  8. SUNARTI                                             10030090
  9. MELISA NOVALIA                        10030091

 

SEKOLAH  TINGGI  KEGURUAN  DAN  ILMU  PENDIDIKAN

MUHAMMADIYAH  PRINGSEWU  LAMPUNG

2012/2013

KATA PENGANTAR

 

 

 

Puji syukur kehadirat Allah s.w.t yang telah melimpahkan rahmat serta taufiknya lah sehingga kelompok  satu (1) dapat menyelesaikan tugas evaluas tentang pengertian, fungsi beserta prinsip-prinsip dari evaluasi pendidikan khususnya. Dimana  makalah ini di ajukan guna memenuhi tugas pada mata kuliah evaluas proses dan hasil belajar matematika.

Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, sehingga dapat terselesaikan tapat waktu.

Adapun penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini, masih jauh dari kesempurnaan, oleh karna itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah kami harapkan dalam penyempurnaan makalah ini, demikian yang dapat penulis sampaikan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin

                                                                                    Pringsewu, 15 Oktober 2012

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

HALAMAN JUDUL …………………………………………………….   1

KATA PENGANTAR ……………………………………………..…….    2

DAFTAR ISI …………………………………………………………….    3

BAB I

PENDAHULUAN ……………………………………………………….   4

BAB II

PEMBAHASAN …………………………………………………………    6

2.1  Pengertian Evaluasi Dalam Pengajaran ……………………..       6

2.2  Tujuan Evaluasi Pendidikan ……………………………………….        7

2.3  Fungsi Evaluasi pendidikan …………….………………………….        9

2.4  Prinsip-Prinsip Evaluasi Pendidikan ………………………..      10

BAB III

PENUTUP ………………………………………………………………..     12

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….   13

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kurikulum juga dirancang dari tahap perencanaan, organisasi kemudian pelaksanaan dan akhirnya monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka tidak akan mengetahui bagaimana kondisi kurikulum tersebut dalam rancangan, pelaksanaan serta hasilnya. Tulisan ini akan membahas mengenai pengertian evaluasi pendidikan, tujuan evaluasi pendidikan, fungsi evaluasi pendidikan, dan prinsip evaluasi pendidikan.

Selama ini model kurikulum yang berlaku adalah model kurikulum yang bersifat akademik. Kurikulum yang demikian cenderung terlalu berorientasi pada isi atau bahan pelajaran. Berdasarkan hasil beberapa penelitian ternyata model kurikulum yang demikian kurang mampu meningkatkan kemampuan anak didik secara optimal. Hal ini terbukti dari rendahnya kualitas pendidikan kita dibandingkan dengan negara lain. Sebagai contoh bahwa di beberapa negara Asean menunjukkan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada tingkat terendah, untuk mata pelajaran matematika berada pada urutan ke 32 pada tingkat SLTP. Bukti ini hanya sebagian kecil saja dari keterpurukan output pembelajaran yang selama ini dikembangkan berdasarkan kurikulum akademik yang berlaku.

Dampak lain dari implementasi kurikulum akademik ini ternyata tidak mampu memberikan nilai etika, moral, dan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan siswa dimanapun ia berada. Maka dengan adanya evaluasi diharapkan dapat memperbaiki aspek-aspek di atas sehingga model kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

 

 

 

 

 

1.2  Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk mengetahui bagaimana pengertian evaluasi pendidikan, tujuan evaluasi pendidikan, fungsi evaluasi pedidikan, dan prinsip evaluasi pendidikan.

1.3  Rumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang penulis buat, yaitu apakah pengertian dari evaluasi pendidikan, apa saja tujuan evaluasi pendidikan, berfungsi untuk apakah evaluasi pendidikan, serta bagaimana prinsip-prinsip evaluasi pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1 Pengertian Evaluasi Dalam Pengajaran
Dalam arti luas, evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1978:5). Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja direncankan untuk memperoleh informasi atau data; berdasarkan data tersebut kemudain dicoba membuat suatu keputusan. Sudah barang tentu informasi atau data yang dikumpulkan itu haruslah data yang sesuai dan mendukung tujuan evaluasi yang direncanakan.
Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran. Norman E. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai berikut: “Evaluation … a systematic prosess of determining the extent to which instructional objectives are achieved by pupils.”. (Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa.
Dan pada awalnya pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar siswa, meskipun kini memiliki makna yang lebih luas. Definsisi selanjutnya dikemukakan oleh Ralp Tyler (1950) yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum bagaimana, dan apa sebabnya. Definisi yang lebih luas dikemukakan oleh Cronbach dan Stufflebean, yang menyatakan bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan (Arikunto, 2006).

Rooijackers Ad mendefinisikan evaluasi sebagai setiap usaha atau proses dalam menentukan nilai. Secara khusus evaluasi atau penilaian juga diartikan sebagai proses pemberian nilai berdasarkan data kuantitatif  hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan.

Anne Anastasi (1978)  mengartikan evaluasi sebagai ‘a systematic process of determining the extent to which instructional objective are achieved by pupils’. Evaluasi bukan sekadar menilai suatu aktivitas secara spontan dan insidental, melainkan merupakan kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik, dan terarah berdasarkan tujuan yang jelas. Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa evaluasi pendidikan adalah proses memperoleh informasi berdasarkan fakta yang ada dan dilanjutkan ke proses analisis sampai pada penenetuan keputusan. Evaluasi juga diartikan sebagai kegiatan atau proses untuk mengukur dan selanjutnya menilai, sampai di manakah tujuan yang telah dirumuskan sudah dapat dilaksanakan. Apabila tujuan yang telah dirumuskan itu direncanakan untuk dicapai secara bertahap, maka dengan evaluasi yang berkesinambungan akan dapat dipantau, tahapan manakah yang sudah dapat diselesaikan, dan mana pula tahapan yang mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Evaluasi dalam pendidikan formal merupakan faktor sangat penting untuk melihat perkembangan atau kemampuan serta keberhasilan secara keseluruhan peserta didik dalam proses belajar. Melalui Evaluasi pendidikan, sekolah dapat mengadakan penyempurnaaan terhadap program-program pendidikan yang tidak berfungsi secara maksimal dalam meningkatkan kualitas peserta didik. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sesungguhnya evaluasi adalah proses mengukur dan menilai terhadap suatu objek dengan menampilkan hubungan sebab akibat diantara faktor yang mempengaruhi objek tersebut.

 

 

 

 

2.2 Tujuan Evaluasi Pendidikan

 

Evaluasi pendidikan memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:

  1.  Menilai ketercapaian (attainment) tujuan. Ada keterkaitan antara tujuan belajar, metode evaluasi, dan cara belajar siswa, sebaliknya tujuan evaluasi akan menentukan metode evaluasi yang digunakan oleh seorang guru.
  2. Mengukur macam-macam aspek belajar yang bervariasi. Belajar dikategorikan sebagai kognitif, psikomotor, dan afektif. Batasan tersebut umumnya dieksplisitkan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai. Guru menyatakan proporsi sama maka siswa dapat menekankan dalam belajar dengan proporsi yang digunakan guru dalam mengevaluasi sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dalam belajar. Guru memilih sarana evaluasi pada umumnya sesuai dengan tipe tujuan. Proses ini menjadikan lebih mudah dilaksanakan, jika seorang guru menyatakan tujuan dan merencanakan evaluasi secara berkaitan.
  3. Sebagai sarana (means) untuk mengetahui apa yang siswa telah ketahui. Setiap orang masuk kelas dengan membawa pengalamannya masing-masing. Siswa mungkin juga memiliki karakteristik yang bervariasi misalnya dari keluarga ekonomi menengah atau atas, keluarga yang pecah, dan keluarga yang telah memiliki keterampilan khusus. Hal yang penting diketahui oleh guru adalah ada asumsi hasil akhirnya mengarah pada suatu hal yang sama terhadap pengetahuan mereka, dan kemudian mendapatkan dari meraka sesuatu yang sama. Pengalaman lalu tersebut kemudian digunakan sebagai awal dalam proses belajar  mengajar melalui evaluasi pretes pada para siswa. Cara yang sering dilakukan oleh guru adalah menggunakan angket dan ceklis. Berangkat dari perbedaan pengalaman yang objektif dan realistis dapat dikembangkan guna memotivasi minat belajar siswa. Disamping juga pengalaman lalu siswa dalam belajar mempunyai keperluan belajar yang bervariasi. Oleh karena itu, kebutuhan siswa perlu diperhatikan di Smping juga kekuatan, kelemahan, dan minat siswa sehingga mereka termotivsi untuk belajar atas dasar apa yang telah mereka miliki dan mereka butuhkan.
  4. Memotivasi belajar siswa. Evaluasi juga harus dapat memotivasi belajar siswa. Guru harus menguasai bermacam-macam teknik motivasi, tetapi masih sedikit diantara para guru yang mengetahui teknik motivasi yang berkaitan dengan evaluasi. Dari penelitian menunjukan bahwa evaluasi  memotivasi belajar siswa sesaatmemang betul, tetapi untuk jangka waktu panjang masih diragukan. Hasil evaluasi akan menstimulasi  tindakan siswa. Rating hasil evaluasi yang baik akan dapat menimbulkan semangat atau dorongan untuk mempertahankan atau meningkatkan yang akhirnya memotivasi belajar  siswa secara kontinu. Tujuan evaluasi yg realistis, yang mampu memotivasi belajar para siswa dapat diturunkan dari evaluasi. Dengan merencanakan secara sistematis sejak pretes sampai ke postes, guru dapat membangkitkan semangat siswa untuk lebih tekun belajar secara kontinu.
  5. Menyediakan informasi untuk tujuan bimbingan dan konseling. Informasi diperlukan jika bimbingan dan konseling yang efektif diperlukan, informasi yang berkaitan dengan problem pribadi seperti data kemampuan, kualitas pribadi, adaptasi sosial, kemampuan membaca, dan skor hasil belajar. Informasi juga diperlukan untuk bimbingan karier yang efektif. Identifikasi minat siswa dan pekerjaan yang disenangi adalah cara yang terbaik untuk membantu siswa memilih pekerjaan. Sering kali terjadi bahwa siswa minta terhadap gurunya  untuk membantu memecahkan problem pribadinya. Pada posisi demikian, guru perlu mengetahui informasi pribadi untuk kemudian guru mengambil keputusan terbaiknya. Proses yang berkaitan informasi pribadi tersebut dapat dilakukan dengn memberikan kuesioner , atau alat ranting untuk membantu membuat keputusan.
  6. Menjadikan hasil evolusi sebagai dasar perubahan kurikulum. Keterkaitan evaluasi dengan instruksional adalah sangat erat. Hal ini karena evaluasi merupakan salah satu bagian dari instruksional. Di samping itu, antara instruksional engan kurikulum juga sering berkait seperti instruksional dapat berfungsi sebagai salah satu komponen penting suatu kurikulum.

Adapun tujuan evaluasi pendidikan secara umum dan khusus adalah sebagai berikut:

  1. Tujuan Umum: Mengukur efektifitas pengajaran dan metode-metode pengajaran yang telah diterapkan dan dilaksanakan oleh pendidik serta kegiatan belajar yang telah dilaksanakan peserta didik. Menghimpun data sebagai bukti dan petunjuk terhadap tingkat kemampuan dan keberhasilan peserta didik mencapai tujuan-tujuan kurikuler pada proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.
  2. Tujuan Khusus: Memberikan rangsangan kepada peserta didik dalam melaksanakan program pendidikan. Menemukan faktor-faktor keberhasilan dan ketidakberhasilan dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicarikan solusinya.

2.3 Fungsi Evaluasi pendidikan

Manfaat dan fungsi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Jika suatu kegiatan berfungsi dengan baik, maka diharapkan akan mendatangkan manfaat yang besar. Sebaliknya, bila suatu kegiatan tidak berfungsi dengan baik, maka kebermanfaatan  yang akan diperoleh pun akan berkurang. Agar evaluasi yang kita jalankan mendatangkan manfaat yang besar, maka terlebih dahulu akan disampaikan fungsi dari evaluasi pendidikan, baik secara umum ataupun khusus. Secara umum fungsi evaluasi pendidikan  adalah untuk mengukur kemajuan program, menunjang penyusunan rencana program, dan memperbaiki/menyempurnakan program kembali. Sejalan dengan tujuan evaluasi, evaluasi yang dilakukan juga memiliki banyak fungsi, diantaranya adalah fungsi: a) Selektif; b) Diagnostik; c) Penempatan; d) Pengukur keberhasilan. Fungsi evaluasi Pendidikan, Menurut Anas Sudijono secara umum sebagai suatu tindakan atau proses evaluasi pendidikan memiliki tiga fungsi pokok, antara lain: a) Mengukur kemajuan program pendidikan; b) Menunjang penyusunan rencana program pendidikan; c) Memperbaiki atau menyempurnakan kembali program pendidikan. Dan secara khusus evaluasi pendidikan berfungsi:

  1. Secara psikologis, bagi peserta didik dapat mengenal kapasitas dan status dirinya dan bagi pendidik mengetahui kapasitas tetang hasil usahanya.
  2. Secara didaktik, bagi peserta didik dorongan perbaikan dan peningkatan prestasi dan bagi pendidik, fungsi diagnostik, fungsi penempatan, fungsi selektif dan fungsi bimbingan sertafungsi instruksional.
  3. Secara admnistratif, memberikan laporan, memberikan data, dan memberikan gambaran.

4. Prinsip-Prinsip Evaluasi Pendidikan

Prinsip-prinsip evaluasi pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Keterpaduan Evaluasi harus dilakukan dengan prinsip keterpaduan antara tujuan intrusional pengajaran, materi pembelajaran dan metode pengjaran.

b. Keterlibatan peserta didik.Prinsip ini merupakan suatu hal yang mutlak, karena keterlibatan peserta didik dalam evaluasi bukan alternatif, tapi kebutuhan mutlak.

  1. Koherensi Evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang telah dipelajari dan sesuai dengan ranah kemampuan peserta didik yang hendak diukur.
  2. Pedagogis perlu adanya tool penilai dari aspek pedagogis untuk melihat perubahan sikap dan perilaku sehingga pada akhirnya hasil evaluasi mampu menjadi motivator bagi diri siswa.
  3. Akuntabel hasil evaluasi haruslah menjadi alat akuntabilitas atau bahan pertanggungjawaban bagi pihak yang berkepentingan seperti orang tua siswa, sekolah, dan lainnya. Evaluasi sendiri memiliki beberapa prinsip dasar yaitu ;

a)    Evaluasi bertujuan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembeljaran bagi masyarakat.

b)    Evaluasi adalah seni, tidak ada evaluasi yang sempurna, meski dilkukan dengan metode yang berbeda.

c)    Pelaku evaluasi atau evaluator tidak memberikan jawaban atas suatu pertanyaan tertentu. Evaluator tidak berwennag untuk memberikan rekomendasi terhadap keberlangsungan sebuah program. Evaluator hanya membantu memberikan alternatif.

d)    Penelitian evaluasi adalah tanggung jawab tim bukan perorangan.

e)    Evaluator tidak terikat pada satu sekolah demikian pula sebaliknya.

f)     Evaluasi adalah proses, jika diperlukan revisi maka lakukanlah revisi.

g)    Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk  pendalaman metode penggalian informasi.

h)   Evaluasi akan mntap apabila dilkukan dengan instrumen dan teknik yang aplicable.

i)     Evaluator hendaknya mampu membedakan yang dimaksud dengan evaluasi formatif, evaluasi sumatif dan evaluasi program.

j)      Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan sebab-akibat, bukan terpaku pada angka soalan tes.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Menilai hasil belajar merupakan bagian terakhir dari kesepuluh kiat penting dalam proses pembelajaran.Setelah menguji siswa, anda perlu mengenali sasarsan pengajaran yang akan dicapai.Kemudian anda memilih tata cara pengajaran untuk mencapai sasaran tersebut. Akhirnya, anda harus mengembangkan alat uji dan bahan untuk mengukur seberapa jauh siswa telah menguasai pengetahun yang dipelajari, dapat memperagakan keterampilan, dan menunjukkan perubahan dalam sikapnya sebagaimana yang diharapkan. Terdapat hubungan langsung antara sasaran belajar dengan soal ujian. Bebarapa ahli menyarankan agar segera setelah isi bahan ajar dan rincian tugas selesai ditulis, anda harus langsung memubat soal ujian yang berhubungan dengan isi pelajaran tadi. Tata cara dapat ditulis kembali sebagai sasaran belajar. Tata cara ini seperti perencanaan terbalik, namun hal ini menunjukkan pentingnya menghubungkan secara langsung penilaian dengan sasaran pengajaran. Sudah lazim menurukan soal ujian dari sasaran, sedangkan isi bahan ajar dan butir tugas digunakan sebagai rinciannya. Segera setelah anda puas dengan cakupan dan kelengkapan sasaran pengajaran, anda siap memikirkan cara menilai sasaran tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah uji akhir yang merupakan alat tukar hasil belajar pada waktu pokok bahasan atau unit pelajaran telah selesai dipelajari.

  1. Evaluasi pendidikan adalah proses memperoleh informasi berdasarkan fakta yang ada dan dilanjutkan ke prosess analisis sampai pada penenetuan keputusan.
  2. Tujuan evaluasi pendidikan adalah mengukur efektifitas pengajaran dan metode-metode pengajaran yang telah diterapkan dan dilaksanakan oleh pendidik sertakegiatan belajar yang telah dilaksanakan.
  3. Fungsi evaluasi pendidikan meliputi: Selektif, Diagnostik, Penempatan, dan pengukur keberhasilan.
  4. Prinsip evaluasi pendidikan ada 5 yaitu keterpaduan, keterlibatan peserta didik, koherensi, pedagogis, dan akuntabel.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Arikunto, Suharmini. 2006. Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara.

Sudijono,Anas. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers.
Drs. M. Ngalim Purwanto, MP. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. 1990.

http://mukhliscaniago.wordpress.com/2011/04/06/makalah-evaluasi-pendidikan/

http://studyng.blogspot.com/2011/06/makalah-evaluasi-pendidikan.html

http://prince-mienu.blogspot.com/2009/12/makalah-peranan-evaluasi-pembelajaran.html

http://sarkomkar.blogspot.com/2009/12/komponen-evaluasi-pendidikan-makalah.html

Go Ahead—Add a Splash of Color

0

WordPress.com News

Adding Custom Colors to your blog just got simpler than ever! Now you can change your entire color scheme with the single click of a button. Color has impact: it sets context and should complement your message.

You’ll find the most popular palettes and patterns from COLOURlovers are sure to delight whether you want to paint the town red or always bet on black.

Adjust your color palette by using drag-and-drop to swap colors, view suggestions and variations, or pick colors manually.

To appeal to your inner fashionista, dress up your blog in a gorgeous background pattern—they’re preloaded based on your chosen color palette.

Themes that have Custom Colors support have been set up so each color value can easily find its place. Not only that, color contrast is carefully calculated to make applying colors as easy as pie.

To get started, go to Appearance → Themes, click the

Lihat pos aslinya 98 kata lagi